BKM Al-Ikhlas juga meminta agar masyarakat tidak berspekulasi dan menggiring opini liar dengan mengaitkan aksi pembakaran mobil dengan aksi penolakan relokasi Masjid Al-Ikhlas.
"Serahkan dan percayakan penanganan kasus ini pada pihak kepolisian dalam hal ini Polrestabes Medan. Jangan menggiring opini liar dengan mengait-ngaitkannya ke isu relokasi Masjid Al-Ikhlas," jelas Humas BKM Al-Ikhlas, Bambang Hariyanto kepada wartawan, Kamis (15/1).
Bambang Hariyanto mengatakan bahwa penyidik kepolisian yang berwenang untuk menentukan siapa pelaku dan motif pelaku melakukan pembakaran mobil. Sebagai masyarakat yang sadar dan taat hukum, sudah seharusnya memberikan kepercayaan sepenuhnya pada aparat penegak hukum.
"Jangan sampai kita menggiring masalah ini ke isu-isu liar yang belum tentu jelas kebenarannya. Apalagi sampai menuding adanya keterlibatan oknum anggota DPRD Deliserdang di balik peristiwa ini," tegasnya.
Bambang Hariyanto juga mengingatkan bahwa proses relokasi Masjid Al-Ikhlas sebelumnya sudah berdasarkan musyawarah dan kesepakatan semua pihak termasuk warga.
Ia khawatir warga atau jamaah Masjid Al-Ikhlas akan resah dengan ulah oknum yang sengaja menggiring permasalahan ini ke isu sensitif.
"Jangan sampai jamaah Masjid Al-Ikhlas resah. Dikhawatirkan para jamaah Masjid Al-Ikhlas dan perwiritan kaum ibu turun ke jalan melakukan aksi tandingan. Karena kecewa ada oknum yang sengaja menciptakan kegaduhan dengan relokasi Masjid Al Ikhlas," jelasnya.
BKM Al-Ikhlas menduga ada oknum yang sengaja ingin membuat kegaduhan atau mengambil keuntungan dari relokasi Masjid Al Ikhlas.
Mereka menduga ada pihak yang sengaja membakar mobil untuk membangun opini dan mengiring ke masalah relokasi Masjid.
"Menurut logika dan pendapat pribadi kami, jika ada orang yang berniat jahat untuk membakar mobil, tidak mungkin melakukannya pada saat kondisi masih ramai," pungkasnya.(Tim)
Editor: HR Oen



0 Komentar