Kondisi yang memprihatinkan terjadi setiap kali tahun ajaran baru tiba: kawasan Cikampek kerap menghadapi krisis ketersediaan tempat belajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Keterbatasan ruang kelas menjadi penghalang nyata bagi anak-anak setempat untuk melanjutkan pendidikan, persoalan yang sudah berlangsung lama dan belum terselesaikan.
Berbekal jiwa pengabdian dan semangat pantang menyerah, Nurkenda mengambil langkah konkret. Baginya, pendidikan adalah benteng paling depan pertahanan bangsa.
" Pendidikan adalah garis terdepan pertahanan bangsa. Jika setiap masuk tahun ajaran baru anak-anak kita kesulitan mengakses sekolah menengah di tanah kelahiran sendiri, akibat keterbatasan ruang kelas, maka kita punya kewajiban moral turun tangan mencarikan solusi. Ini demi masa depan generasi penerus di Cikampek," tegas Nurkenda, Selasa (15/9/2026).
Inisiatif tersebut segera mendapat dukungan nyata dari dunia usaha.
PT Purimitra Dinamika, pengembang Perumahan Pondok Cikampek, berkomitmen penuh mendukung rencana pembangunan fasilitas pendidikan, dengan mengalokasikan lahan Fasilitas Umum (Fasum) yang dikuasainya untuk kebutuhan pembangunan sekolah baru.
Kevin Adam T, Direktur PT Purimitra Dinamika, menegaskan bahwa pemanfaatan lahan ini berjalan sesuai aturan hukum, tata ruang, dan peraturan perundangan yang berlaku. Dukungan resmi pun telah disampaikan melalui surat bernomor 026/SB/PMD/IX/2026 tertanggal 15 September 2026, ditujukan langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang.
" Langkah ini kami lakukan agar tercipta sinergi kuat antara pemerintah daerah, dinas terkait, dan pihak pengembang, demi mewujudkan akses pendidikan yang merata dan layak bagi seluruh masyarakat," ujar Kevin.
Rencana ini disambut penuh rasa syukur dan harapan besar oleh warga Cikampek Barat. Selama bertahun-tahun, orang tua dan warga merasa cemas karena keterbatasan sekolah negeri membuat banyak anak sulit mendapatkan tempat belajar.
Kehadiran inisiatif ini dianggap sebagai terobosan yang menjawab keresahan mendasar.
" Kami warga Cikampek Barat sangat bersyukur dan bangga. Pak Nurkenda yang merangkul pihak pengembang membuktikan bahwa dirinya benar-benar peka terhadap kesulitan rakyat. Semoga rencana pembangunan SMP ini segera terwujud," ungkap salah satu warga setempat.
Kisah nyata ini kembali menegaskan makna luas pengabdian prajurit TNI: tidak hanya menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga turut membangun masa depan bangsa lewat pendidikan.
Dari garda terdepan pertahanan negara, hingga memastikan setiap anak berhak mendapatkan bangku sekolah.(HR Oen)



0 Komentar