Putri Nabila Damayanti: Jangan Biarkan Hutan dan Satwa Dikorbankan demi Keuntungan Sesaat


JAKARTA , MEInd TV 
— Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meluas serta perubahan fungsi kawasan hutan secara masif menuai kecaman keras. Aktivis Pemuda, Putri Nabila Damayanti, SH, menegaskan bahwa kerusakan alam ini tidak hanya merugikan manusia, tetapi juga memusnahkan satwa liar yang seharusnya dilindungi.
 
Dalam pernyataannya kepada awak media, Minggu (18/10/2026), Putri menyayangkan kerusakan hutan yang diduga kuat berkaitan dengan pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit. Menurutnya, satwa liar adalah pihak yang paling tidak bersalah, namun justru mereka yang kehilangan tempat tinggal hingga kehilangan nyawa akibat ulah manusia.
 
"Karhutla semakin parah, tetapi yang menjadi korban justru binatang-binatang yang dilindungi. Jangan sampai hutan lindung beserta seluruh kekayaan hayatinya dikorbankan hanya menjadikannya mesin pencetak uang melalui perkebunan sawit. Satwa liar tidak bersalah, tetapi mereka harus menanggung akibat dari kerusakan yang dilakukan manusia."

Putri juga mengungkapkan langkah nyata yang telah ia lakukan: resmi menjadi orang tua adopsi orangutan Kalimantan. Langkah ini diambilnya agar lebih banyak pihak tergerak menjaga satwa yang terancam punah tersebut.
 
"Menjadi orang tua adopsi orangutan merupakan salah satu bentuk kepedulian saya untuk mendukung penyelamatan orangutan Kalimantan. Kita tidak boleh tinggal diam ketika habitat mereka semakin terancam. Dibutuhkan kepedulian bersama agar generasi mendatang masih dapat menyaksikan orangutan hidup bebas di habitat alaminya."

Ia menegaskan bahwa hutan bukan sekadar aset ekonomi semata, melainkan rumah bagi ribuan spesies yang menjaga keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran dan perusakan hutan harus dilakukan tanpa kompromi.
 
Putri juga menyoroti dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak balita yang rentan terkena gangguan pernapasan akibat asap.
 
"Kami berharap pemerintah, pemangku kepentingan, serta masyarakat dapat meningkatkan komitmen dalam menjaga hutan, mencegah karhutla, dan melindungi satwa liar. Pembangunan ekonomi seharusnya berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga lingkungan dan keberlangsungan hidup seluruh makhluk."
 
Ia meminta aparat penegak hukum memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti merusak hutan.
 
" Kami mengimbau kepada Aparat Penegak Hukum, berikan hukuman seberat-beratnya kepada mereka yang menghancurkan hutan berikut isinya. Asap yang dihasilkan juga menimbulkan penyakit, termasuk pada anak-anak balita yang menderita ISPA dan butuh waktu lama untuk pulih. Yang sangat kami sayangkan, habis karhutla terbitlah ide menanam sawit. Sungguh kejam jika hutan Indonesia dirusak secara menyeluruh hanya untuk keuntungan sesaat," pungkas Putri Nabila Damayanti.(Red)

Posting Komentar

0 Komentar