Tidak hanya menjadi perayaan ulang tahun, tetapi juga menjadi pesta budaya yang menghidupkan kembali semangat masyarakat terhadap seni tradisional Jawa Barat.
Tampak hadir Ketua Pepadi Karawang H. Waya Karmila, Ketua RT Idi, RT 01 Ahmad Gojali, serta Dusun Maman yang turut meramaikan acara.
Tak hanya itu, kedatangan dua pengasuh padepokan yang sudah tersohor yaitu Abah H. Agung dari Padepokan Cah Angon dan Abah Tubagus Ikin Sodikin dari Padepokan Jaga Rasa Purwakarta menambah keistimewaan dalam perayaan ini.
Kedua tokoh seni beladiri tersebut memberikan dukungan penuh terhadap seni wayang golek yang menjadi warisan budaya bangsa.
Puncak acara adalah pertunjukan wayang golek yang di pentaskan oleh empat dalang berpengalaman yang masing-masing memiliki kharismanya sendiri.
Pertama kali naik panggung adalah Dalang Suhendra Pajar selaku pimpinan Lingkung Seni Jaya Komara dengan khas kakawenya dengan penuh semangat, kemudian oleh Dalang S. Suparman yang menghadirkan kelincahan tangan dan nada suara yang khas, hingga dilanjutkan oleh Dalang Wasna Saki dan Dalang Sano Miharja dari Subang yang membawa cerita yang seru, penuh tawa dan menghibur.
Setiap adegan yang diperagakan tidak hanya membuat penonton terpukau dengan gerakan wayang yang lincah, tetapi penuh cerita dan pesan moral yang terkandung dalam setiap pagelaran.
Penonton yang datang hingga membawa keluarga, mulai dari anak-anak hingga lansia, menunjukkan bahwa seni wayang golek masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.
“Kami sangat bersyukur bisa merayakan Milad ke-15 dengan acara yang begitu meriah ini,” ujar Dalang Suhendra Pajar (impinan Lingkungan Seni Wayang Golek Jaya Komara.
“Semoga acara ini bisa menjadi momentum untuk terus melestarikan dan mengembangkan seni wayang golek, terutama bagi generasi muda Karawang.”Jelasnya
Warga yang hadir mengaku sangat senang bisa menyaksikan pertunjukan wayang golek yang begitu menarik.
“Sudah lama tidak melihat pertunjukan wayang golek dengan ke Empat dalang kondang yang sehebat ini,” ujar Ahmad, salah satu penonton yang datang bersama temannya.
“Semoga acara seperti ini sering digelar agar anak-anak kita tidak melupakan budaya darah kita sendiri.”Katanya
Acara ditutup dengan doa bersama dan harapan agar Lingkungan Seni Wayang Golek Jaya Komara dapat terus berkembang dan menjadi pelopor pelestarian seni wayang golek di Kabupaten Karawang.(HR.Oen)




0 Komentar